Kedutaan Besar Inggris Jakarta, melalui Program Akses Digital Indonesia-Inggris dan
berkolaborasi dengan mitra lokal AIDRAN (Yayasan Advokasi Inklusi Disabilitas dan Riset Aksi
Network), telah menyelesaikan sebuah proyek penelitian tentang peran inklusi digital dalam
mendukung peningkatan akses pendidikan bagi siswa penyandang disabilitas.


Pemerintah Inggris mengeluarkan Rp 1,3 miliar (£66,164) untuk mendanai proyek penelitian
berdurasi delapan bulan bertajuk ‘Move It 2023: Promoting Digital Inclusion to Enhance Access
to Quality and Accessible Education for Students with Disabilities’. Pengumpulan data dilakukan
di tiga lokasi yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, dan Kabupaten Pohuwato. Fokus
penelitian ini adalah menginvestigasi faktor-faktor yang berkontribusi terhdap rendahnya akses
pendidikan bagi siswa penyandang disabilitas meskipun sudah ada peraturan pemerintah tentang
pendidikan inklusif. Penelitian ini juga melihat peran teknologi penunjang dalam meningkatkan
kualitas pendidikan inklusif. Temuan penelitian ini akan digunakan untuk mendukung
implementasi kebijakan dan memperkuat kapasitas tenaga pendidik untuk menerapkan praktik
pembelajaran yang lebih inklusif di semua tingkat sekolah.


Kedutaan Besar Inggris Jakarta dan AIDRAN telah menyelenggarakan sebuah acara pada
tanggal 5 Maret 2024 di Auditorium Hotel Damhil, Gorontalo untuk meluncurkan temuan
penelitian, termasuk hambatan-hambatan terhadap pendidikan inklusif di Indonesia Timur yang
berhasil diidentifikasi, khususnya di Provinsi Gorontalo. Diskusi juga dilakukan dengan tujuan
untuk meningkatkan kesadaran akan hak penyandang disabilitas terhadap akses pendidikan.
Acara telah dilaksanakan secara hybrid dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube AIDRAN
(https://www.youtube.com/@aidran_).

“Akses digital dan teknologi dapat memainkan peran penting dalam membantu menjadikan
pendidikan lebih inklusif. Saya berharap hasil penelitian AIDRAN kini dapat diterapkan di seluruh
sekolah di Indonesia Timur sehingga akses pendidikan bagi siswa penyandang disabilitas dapat
terus ditingkatkan. Pemerintah Inggris berkomitmen untuk memperjuangkan keseteraan dan seiring perayaan 75 tahun hubungan diplomatik antara Inggris dan Indonesia tahun ini, saya
berharap dapat memberikan dukungan lebih lanjut untuk titik temu antara akses digital dan
pendidikan di Indonesia sehingga bersama-sama kita dapat memastikan tidak ada satu pun yang
tertinggal, sehingga memberikan manfaat dan kemakmuran bagi masyarakat. Bersama kita
Bisa!”

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dominic Jermey.

“Provinsi Gorontalo sangat menyadari pentingnya memberikan dukungan maksimal kepada
siswa penyandang disabilitas agar mereka dapat mengakses pendidikan dengan baik dan
mencapai potensi maksimal mereka. Kami mengajak semua pihak untuk terlibat aktif dalam
membangun masyarakat yang adil dan inklusif. Untuk itu, kami menyambut baik insiatif Kedutaan
Besar Inggris Jakarta melalui mitra lokal AIDRAN dalam mendorong pendidikan inklusif yang
lebih berkualitas”.


Pejabat Gubernur Provinsi Gorontalo, Ismail Pakaya

“Proyek penelitian Move It 2023 kami berfokus pada penggunaan teknologi digital untuk
meningkatkan kualitas pendidikan inklusif. Tujuan utama dari acara peluncuran hasil penelitian di
Gorontalo ini adalah untuk mengomunikasikan temuan penelitian, wawasan, dan rekomendasi
kami secara efektif kepada pemangku kepentingan dan pengambil keputusan di wilayah tersebut.
Kami berharap temuan peneltian ini dapat membawa perubahan positif, khususnya dalam hal
regulasi dan komitmen kebijakan, sehingga kapasitas pendidik dalam menerapkan praktik
pembelajaran yang lebih inklusif di sekolah dapat diperkuat”.

Koordinator Program Nasional AIDRAN (Advokasi Inklusi Disabilitas dan Riset Aksi
Network), Rahmatul Furqan

“Pendidikan inklusif merupakan sebuah keharusan bagi UNG. Oleh karena itu, kami terus
meningkatkan penyediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas, dan kami sangat mengapresiasi
dukungan pemerintah Inggris melalui insiatif Move it 2023, yang memungkinkan kami untuk
berkolaborasi lebih aktif dan mendukung upaya kami dalam mencapai pendidikan inklusif. Begitu
pula dengan kuota mahasiswa baru bagi penyandang disabilitas. Hal ini kami lakukan sebagai
perwujudan UUD 1945 tentang pemenuhan hak warga negara untuk memperoleh pendidikan
yang layak, termasuk bagi penyandang disabilitas”.

Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok

Catatan untuk to Redaksi:

  • Peluncuran penelitian telah dihadiri oleh tim Digital Access Programme (DAP) dari
    Kedutaan Besar Inggris Jakarta, tim AIDRAN, perwakilan dari Kementrian Republik
    Indonesia, perwakilan dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, praktisi pendidikan dan
    akademisi.
  • Dokumentasi foto kegiatan dapat diakses pada Google Drive pada link berikut ini
    (http://tinyurl.com/moveitgorontalo2023 )
  • DAP adalah inisiatif pemerintah Inggris yang bertujuan untuk mendorong akses digita yang inklusif, terjangkau, aman dan terjamin bagi kelompok marjinal atau kurang terlayani di Indonesia. Inisiatif ini mempromiskan peningkatan inklusi digital sebagai dasar untuk mengembangkan eksositem digital yang memantik inovasi untuk memenuhi tantangan pembangunan lokal dan menciptakan lapangan kerja lokal yang terampil.
  • AIDRAN adalah organisasi yang mempertemukan para aktivis, peneliti, dan praktisi
    disabilitas di Indonesia. AIDRAN bertujuan untuk mendorong inklusi disabilitas dan inklusi
    sosial yang lebih luas melalui penelitian interdisipliner mengenai inklusi disabilitas untuk
    memberikan landasan ilmiah bagi perumusan kebijakan inklusi disabilitas di Indonesia.
    AIDRAN mengadvokasi peran sentral penyandang disabilitas dalam meneliti isu-isu yang
    mempengaruhi kehidupan mereka, terlibat dalam dialog kebijakan, dan mengadvokasi
    perubahan sosial. Salah satu kegiatan utama AIDRAN adalah memfasilitasi pertukaran
    pengetahuan yang berkelanjutan diantara para peneliti, organisasi, praktisi dan aktor
    pemerintah mengenai isu-isu inklusi disabilitas. AIDRAN telah menjalin hubungan dengan
    lembaga pemerintah dan non-pemerintah di Gorontalo.
  • Proyek penelitian Move It 202 dimulai pada Juli 2023 dan melibatkan enam peneliti lokal,
    beberapa diantaranya merupakan penyandang disabilitas. Tim peneliti melakukan
    pengumpulan data lapangan di tiga wilayah termasuk Kota Gorontalo, Kabupaten
    Gorontalo Utara, dan Kabupaten Pohuwato. Fokusnya adalah mengidentifikasi hambatan
    spesifik yang dihadapi siswa penyandang disabilitas di Provinsi Gorontalo. Tujuannya
    adalah untuk mengoptimalkan teknologi digital untuk mengatasi rendahnya akses
    pendidikan bagi penyandang disabilitas di Indonesia, khususnya di wilayah timur seperti
    Provinsi Gorontalo

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Media and Communication Team British Embassy Jakarta:
Jl. Patra Kuningan Raya L5 6 6 4, RT.6/RW.4, Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Kota
Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Advokasi Inklusi Disabilitas dan Riset Aksi Network (AIDRAN)
Graha Mampang Lantai 3 3 Suite 305, Jl. Mampang Prapatan Raya
082157964695 (Furqan)

A WordPress.com site

Leave a Reply

Discover more from AIDRAN

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading