Isu inklusi-disabilitas menjadi salah satu topik pada Debat Capres kelima semalam, Ahad, 4 Februari 2024.

Bagaimana komitmen paslon dalam menghormati hak penyandang disabilitas?

Jawaban mereka terungkap dalam jawaban terkait soal penyediaan data penyandang disabilitas.

Berikut ini kami merekapitulasi jawaban mereka berdasarkan siaran di televisi dan video YouTube.

Anies Baswedan

“Data diperlukan komprehensif. kita harus tahu, berapa, di mana penyandang disabilitas, dan disabilitasnya apa? Kita harus melihat bahwa membantu penyandang disabilitas itu bukan charity tapi pemenuhan hak asasinya dan tanggung jawab negara. Kami mengusulkan rencana bekerja bersama dengan dinas di tiap wilayah lalu bekerja dengan Dasawisma PKK yang tahu wilayahnya, mereka diminta mencatat sehingga tiap Kab/Kota/Provinsi memiliki data tentang penyandang disabilitas. Lalu alokasikan anggaran untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi, siapkan datanya, siapkan anggarannya.”

Prabowo Subianto

“Kami berkomitmen, kita harus memberi pendidikan khusus untuk mereka dan membantu. Intinya adalah benar kita harus berpihak pada mereka dan kita berkomitmen untuk merekrut mereka di dalam pekerjaan yang juga bisa mereka lakukan di pemerintahan dan di komunitas pertahanan.
Sekarang kita juga bekerjasama dengan pihak luar untuk mencari teknologi untuk membantu disabilitas. Pemerintah harus proaktif, investasi di sekolah-sekolah khusus untuk mereka dan mencoba teknologi khusus. Pemerintah harus lebih banyak pengeluaran di bidang membantu kaum disabilitas.”

Ganjar Pranowo

“Negara harus hadir, tidak boleh alpa. Kita musti menyiapkan data. Kenapa kita pakai KTP Sakti? Satu KTP kita bisa profiling semuanya termasuk disabilitas. Maka kalaulah satu data Indonesia lalu kita cropping satu saja terkait disabilitas maka perlakuan kita bisa kita berikan apa pun untuk mereka. Ketika merancang pembangunan hadirkan mereka. Kasih ruang pertama untuk mereka berpendapat, maka pada saat itu, semua akan mendengarkan apa kebutuhan mereka. Itulah yang nantinya akan keluar menjadi kebijakan publik. Apa yang mesti disampaikan kepada mereka sehingga no one left behind ini diberikan dan mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan.”

Leave a Reply

Discover more from AIDRAN

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading