AIDRAN menyelenggarakan Internal Sharing Knowledge dengan tema Disability Awareness pada Jumat, 19 Juli 2024 (Daring). Sharing ini menyoroti pentingnya inklusivitas dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, terutama dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi sosial.
Elo Kusuma Alfred Mandeville pada kegiatan tersebut menjelaskan berbagai perspektif dan tantangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas di Indonesia. Elo menjelaskan bahwa meskipun undang-undang nomor 8 tahun 2016 sudah mengatur hak-hak penyandang disabilitas, implementasi di lapangan masih menghadapi banyak hambatan. Elo juga berbagi pengalaman pribadi dan observasinya selama melakukan fieldwork di Sumba Timur, di mana penyandang disabilitas sering kali mengalami eksklusi sosial, seperti tidak dilibatkan dalam musyawarah perencanaan pembangunan.
Dina Afrianty dalam kesempatan yang sama juga mengajak semua yang hadir untuk merenungkan peran mereka dalam advokasi hak-hak penyandang disabilitas dan bagaimana penelitian yang mereka lakukan seharusnya tidak hanya menjadi alat akademis tetapi juga alat advokasi untuk perubahan sosial. Dia menyebutkan bahwa masalah utama dalam inklusivitas bukanlah pada penyandang disabilitas itu sendiri, tetapi pada masyarakat umum yang tidak sadar akan hambatan-hambatan yang mereka ciptakan.
“Sebenarnya yang menjadi problem itu, Menurut saya adalah Orang yang tidak memiliki disabilitas yang memberikan hambatan itu. kita yang tidak memastikan bahwa ketika penyandang disabilitas berinteraksi dengan lingkungan sosial, Kita bikin barier. Itu karena kita tidak tahu bahwa hal yang kita buat menghambat orang dengan disabilitas untuk berinteraksi secara setara,” jelas Dina.
