Masih ada gap signifikan dalam aksesibilitas media bagi komunitas tuli di Indonesia

Anak tuli memegang poster bertuliskan "bahasa isyarat itu mencerdaskan tuli"

Mahalli, Universitas Brawijaya Untuk berpartisipasi di ruang publik dan kehidupan sehari-hari, komunitas tuli membutuhkan juru bahasa isyarat dan teks bantuan untuk mengakses informasi audio-visual. Namun, survei terbaru kami bersama Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya dan Australia-Indonesia Disability Research and Advocacy Network (AIDRAN) - yang saat ini masih dalam tahap penerbitan - menemukan bahwa…