Hari Penglihatan Sedunia 2020

Seorang lelaki low vision mengoperasikan smartphonenya.

Tunanetra di Indonesia diperkirakan berjumlah sekitar 1,5% dari total jumlah penduduk, atau sekitar 4 juta orang. Hanya 1% dari total penyandang disabilitas yang bekerja di sektor formal. Mayoritas tunanetra bekerja di sektor informal seperti tukang pijat, pedagang, musisi, dan guru. Jumlah penyandang tunanetra yang dapat mengakses pendidikan tinggi diperkirakan berada di bawah 500 orang.

Respon Pemerintah Indonesia dalam Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas Selama Pandemi Covid-19

Penyandang disabilitas termasuk salah satu kelompok rentan yang paling terdampak Covid-19. Dampak tersebut terlihat dalam banyak aspek, mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan. Pandemi memperparah keadaan penyandang disabilitas yang memang kesulitan meskipun di masa sebelum pandemi. Dalam usaha menanggulangi kesulitan di masa pandemi pun kebijakan-kebijakan struktural dan praktiknya masih belum terkategori inklusif bagi penyandang disabilitas.

KSI4RDI WEBINAR: Why is a GESI (Gender Equality and Social Inclusion) approach important in research?

The discussion was highly productive and raised important issues concerning inclusion. One attendee discussed how gender and disability can intersect to cause women with disabilities to be further marginalised than their male counterparts and how both gender-based data on disability and gender-based funding could help mitigate this.

Mental Illness and Psychosocial Disabilities in Indonesia

Some people standing on stage of World Bipolar Day event

A quick glance at the state of Indonesia’s mental health care system indicates that there is much room for improvement. There are approximately 1,000 psychiatrists for over 270 million people. The number of clinical psychologists (around 2,000, mostly in private practice), community mental health nurses (around 7,000), and other mental health personnel is limited—clearly insufficient to meet the mental health needs of the country.

Catatan Webinar Series II: Akomodasi Layak dan Pembelajaran Mahasiswa Difabel di Masa Pandemi

Tangan di atas laptop sedang mengetik

Sistem pembelajaran daring memberikan tantangan dan konsekuensi yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Proses belajar tatap muka pada masa pra-pandemic sudah memberikan tantangan besar bagi penyandang disabilitas akibat keterbatasan dukungan dari lembaga pendidikan dan pemerintah. Lalu, apakah tantangan tersebut menjadi jauh lebih besar dengan proses belajar daring?

Program Bantuan Sosial dari Pemerintah Indonesia di Masa Pandemi COVID-19

Kursi roda di dekat jendela

Sebagai usaha dalam menangani dampak ekonomi ini, pemerintah Indonesia telah menyiapkan dana ratusan triliun untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid, terutama masyarakat menengah ke bawah. Beberapa program pun yang diperkenalkan pemerintah  terbagi menjadi dua kategori, yaitu program non-reguler (4 program) dan program reguler (3 program).

Akses Informasi tentang COVID-19 bagi Penyandang Disabilitas

Beragamnya jenis disabilitas beserta karakteristik dan kebutuhannya, berbeda-beda juga permasalahan akses informasi yang dihadapi. Misalnya, anak-anak Tunagrahita membutuhkan informasi yang sederhana, mudah dipahami, dan disampaikan secara berulang-ulang.