{"id":1223,"date":"2020-05-22T08:21:58","date_gmt":"2020-05-22T08:21:58","guid":{"rendered":"http:\/\/aidran.org\/?p=1223"},"modified":"2020-05-21T11:40:54","modified_gmt":"2020-05-21T04:40:54","slug":"akses-informasi-tentang-covid-19-bagi-penyandang-disabilitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aidran.org\/id\/akses-informasi-tentang-covid-19-bagi-penyandang-disabilitas\/","title":{"rendered":"Akses Informasi tentang COVID-19 bagi Penyandang Disabilitas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight:400\">Survei dan penelitian yang dilakukan beberapa lembaga dan perguruan tinggi di Indonesia melaporkan bahwa penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok rentan yang berisiko tinggi terpapar coronavirus. Tidak hanya di Indonesia, tetapi sejak awal kemunculan wabah Covid-19, lembaga internasional dan para ahli yang peduli pada penyandang disabilitas telah memberikan rekomendasi, panduan, atau mengingatkan tentang pentingnya tidak mengabaikan dan menghormati hak penyandang disabilitas dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight:400\">Salah satu permasalahan utama yang muncul di awal masa\u00a0 bagi kalangan penyandang disabilitas adalah sulitnya mendapat akses informasi tentang Covid-19. Contohnya, baru-baru ini, dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Dani Prabowo dan dimuat di website Kompas com<\/span><span style=\"font-weight:400\">[1] <\/span><span style=\"font-weight:400\">disebutkan bahwa akses informasi bagi penyandang disabilitas yang ada di daerah terpencil atau pedesaan masih sangat minim. Hal ini menyebabkan munculnya informasi yang salah, seperti penggunaan hand sanitizer untuk mencuci tangan dengan air, daripada menggunakan sabun. Selain itu, di daerah terpencil di Indonesia Timur ini, kondisi seperti minimnya jaringan internet, tidak adanya jaringan listrik atau\u00a0 sinyal radio dan televisi, membuat masyarakat termasuk yang memiliki disabilitas tidak teredukasi dengan baik. Organisasi internasional, Yayasan Plan International Indonesia,telah berpartisipasi dalam memberikan akses informasi dengan cara menurunkan para relawan secara langsung ke lokasi-lokasi terpencil untuk memberikan edukasi dan informasi yang benar terkait Covid-19.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight:400\">Penyandang disabilitas memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda-beda untuk mengakses informasi. Kelompok penyandang disabilitas Tuli, misalnya, sejak awal pemberitaan Covid-19 media massa&#8211;terutama televisi&#8211;tidak menyediakan juru bahasa isyarat dalam menyampaikan informasi. Hal ini mendorong salah satu DPO, Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN), untuk menyediakan akses informasi yang aksesibel bagi penyandang Tuli<\/span><span style=\"font-weight:400\">[2]<\/span><span style=\"font-weight:400\">. Hal serupa juga dialami oleh para penyandang Tunanetra, dimana banyak informasi tentang panduan pencegahan dan pengendalian wabah Covid-19 tertulis dalam format yang tidak aksesibel, sehingga tidak dapat diakses oleh komunitas Tunanetra<\/span><span style=\"font-weight:400\">[3]<\/span><span style=\"font-weight:400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight:400\">Beragamnya jenis disabilitas beserta karakteristik dan kebutuhannya, berbeda-beda juga permasalahan akses informasi yang dihadapi. Misalnya, anak-anak Tunagrahita membutuhkan informasi yang sederhana, mudah dipahami, dan disampaikan secara berulang-ulang. Bagi Tunadaksa, akses informasi terkait pelayanan kesehatan dan terapi bisa menjadi hal yang sangat krusial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight:400\">Terkait pelayanan kesehatan tentang Covid-19,WHO telah mendesak pemerintah di setiap negara untuk<\/span><span style=\"font-weight:400\">[4]<\/span><span style=\"font-weight:400\">:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Menyediakan <\/span><i><span style=\"font-weight:400\">captioning<\/span><\/i><span style=\"font-weight:400\">\/bentuk tertulis dan, jika memungkinkan, bahasa isyarat untuk semua acara yang direkam dan disiarkan secara langsung. Hal ini termasuk konferensi pers nasional, berita, dan media sosial;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Konversi materi publik ke dalam format yang \u201cMudah Dibaca\u201d sehingga dapat diakses oleh orang-orang dengan keterbatasan intelektual atau gangguan kognitif;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Kembangkan produk informasi tertulis yang dapat diakses dengan menggunakan format dokumen yang sesuai, (seperti &#8220;Word document&#8221;), dengan judul terstruktur, cetakan besar, warna yang kontras, versi braille dan format aksesibel lainnya untuk penyandang Tunanetra-Tuli;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Sertakan keterangan untuk gambar yang digunakan dalam dokumen atau di media sosial. Gunakan gambar yang inklusif dan tidak menstigmatisasi kaum disabilitas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Berkolaborasi dengan organisasi disabilitas DPO, termasuk lembaga advokasi dan penyedia layanan disabilitas untuk menyebarkan informasi kesehatan masyarakat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight:400\">Informasi yang perlu disampaikan kepada para penyandang disabilitas, International Disability Alliance (IDA) telah mengeluarkan rekomendasi terhadap respon Covid-19 yang inklusif disabilitas yaitu, <\/span><span style=\"font-weight:400\">[5]<\/span><span style=\"font-weight:400\">:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Pengetahuan umum tentang Covid-19<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Kiat-kiat penanggulangan\/mitigasi infeksi, termasuk kebijakan pembatasan ruang publik (PSBB),\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Layanan yang ditawarkan, dalam berbagai format yang dapat diakses dengan penggunaan teknologi yang aksesibel;\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Informasi tentang layanan bantuan (Support Services) berupa:<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">pelayanan kesehatan\/rehabilitasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">asisten pribadi (Personal Assistant)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">juru bahasa isyarat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">ketersediaan aksesibilitas fisik serta komunikasi juga harus disampaikan;\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Memperkenalkan tes proaktif dan langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat bagi kelompok penyandang disabilitas yang lebih rentan terhadap infeksi karena komplikasi pernapasan atau komplikasi kesehatan lainnya;yang disebabkan oleh gangguan (<\/span><i><span style=\"font-weight:400\">impairment<\/span><\/i><span style=\"font-weight:400\">) yang mereka miliki;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Informasi tentang ketersediaan <\/span><i><span style=\"font-weight:400\">call center<\/span><\/i><span style=\"font-weight:400\"> khusus disabilitas;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Layanan konseling atau pendampingan psikologis bagi penyandang disabilitas, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan mental;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Bantuan sosial (tunai\/non-tunai) yang tersedia dan dapat diakses oleh penyandang disabilitas, baik dari pihak pemerintah maupun swasta.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Layanan pendidikan termasuk layanan guru pendamping khusus atau bantuan dana untuk uang sekolah\/kuliah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight:400\">Sebagian besar dari rekomendasi di atas juga pernah kami (AIDRAN) sampaikan dalam website resmi kami. Pada intinya, semua informasi yang diberikan kepada seluruh warga negara\u00a0 termasuk penyandang disabilitas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight:400\">Dengan mempertimbangkan hak aksesibilitas untuk mendapatkan informasi yang sama, seharusnya sudah tidak ada lagi diskriminasi akses informasi yang dialami penyandang disabilitas.. Pemerintah harus bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk berkolaborasi dengan organisasi-organisasi atau komunitas-komunitas disabilitas yang ada di daerah, agar informasi tentang wabah Covid-19 ini dapat tersampaikan sesuai dengan kondisi mereka. Selain itu, memanfaatkan organisasi-organisasi penyedia relawan juga dapat menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan akses informasi, terutama di daerah terpencil seperti di pedesaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight:400\">Referensi:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight:400\"><a href=\"https:\/\/nasional.kompas.com\/read\/2020\/05\/17\/13314491\/informasi-covid-19-untuk-penyandang-disabilitas-di-wilayah-terpencil-minim\"><span style=\"font-weight:400\">https:\/\/nasional.kompas.com\/read\/2020\/05\/17\/13314491\/informasi-covid-19-untuk-penyandang-disabilitas-di-wilayah-terpencil-minim<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><a href=\"https:\/\/www.covesia.com\/archipelago\/baca\/95830\/kaum-disabilitas-harapkan-akses-informasi-covid-19-kepada-gubernur\"><span style=\"font-weight:400\">https:\/\/www.covesia.com\/archipelago\/baca\/95830\/kaum-disabilitas-harapkan-akses-informasi-covid-19-kepada-gubernur<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><a href=\"https:\/\/difabel.tempo.co\/read\/1325736\/tunanetra-tak-dapat-mengakses-informasi-tertulis-tentang-corona\"><span style=\"font-weight:400\">https:\/\/difabel.tempo.co\/read\/1325736\/tunanetra-tak-dapat-mengakses-informasi-tertulis-tentang-corona<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><a href=\"https:\/\/cipesa.org\/2020\/04\/why-access-to-information-on-covid-19-is-crucial-to-persons-with-disabilities-in-africa\/\"><span style=\"font-weight:400\">https:\/\/cipesa.org\/2020\/04\/why-access-to-information-on-covid-19-is-crucial-to-persons-with-disabilities-in-africa\/<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><a href=\"http:\/\/www.internationaldisabilityalliance.org\/content\/covid-19-and-disability-movement\"><span style=\"font-weight:400\">http:\/\/www.internationaldisabilityalliance.org\/content\/covid-19-and-disability-movement<\/span><\/a><\/li>\n<\/ol>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beragamnya jenis disabilitas beserta karakteristik dan kebutuhannya, berbeda-beda juga permasalahan akses informasi yang dihadapi. Misalnya, anak-anak Tunagrahita membutuhkan informasi yang sederhana, mudah dipahami, dan disampaikan secara berulang-ulang.<\/p>","protected":false},"author":91668456,"featured_media":1225,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_coblocks_attr":"","_coblocks_dimensions":"","_coblocks_responsive_height":"","_coblocks_accordion_ie_support":"","_crdt_document":"","advanced_seo_description":"","jetpack_seo_html_title":"","jetpack_seo_noindex":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"Beragamnya jenis disabilitas beserta karakteristik dan kebutuhannya, berbeda-beda juga permasalahan akses informasi yang dihadapi. Misalnya, anak-anak Tunagrahita membutuhkan informasi yang sederhana dan mudah dipahami.","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"_wpas_customize_per_network":false,"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[651,556],"tags":[721918520,40576,964688],"class_list":["post-1223","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-information","tag-covid-19","tag-disability","tag-persons-with-disabilities"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":6}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/aidran.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/pexels-photo-3970332.jpeg?fit=1880%2C1253&ssl=1","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pa192v-jJ","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1223","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/91668456"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1223"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1223\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1227,"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1223\/revisions\/1227"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1225"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}