{"id":1164,"date":"2020-04-20T01:04:07","date_gmt":"2020-04-20T01:04:07","guid":{"rendered":"http:\/\/aidran.org\/?p=1164"},"modified":"2020-04-30T08:14:53","modified_gmt":"2020-04-30T01:14:53","slug":"survei-aksesibilitas-akomodasi-yang-layak-bagi-mahasiswa-difabel-indonesia-di-masa-pandemi-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aidran.org\/id\/survei-aksesibilitas-akomodasi-yang-layak-bagi-mahasiswa-difabel-indonesia-di-masa-pandemi-covid-19\/","title":{"rendered":"Survei Aksesibilitas &amp; Akomodasi yang Layak bagi Mahasiswa Difabel Indonesia di Masa Pandemi COVID-19"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight:200\">Didukung oleh Knowledge Sector Iniaitive, kemitraan antara pemerintah Indonesia dan Australia yang didanai oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) dan dilaksanakan bekerjasama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional\/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN\/Bappenas).<\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight:400\">Australia-Indonesia Disability Research and Advocacy Network (AIDRAN), Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya, dan La Trobe University melakukan penelitian terkait aksesibilitas dan akomodasi yang layak bagi mahasiswa difabel selama masa pandemi COVID-19.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight:400\">Penelitian ini dilakukan untuk\u00a0 mengetahui respon dan kebijakan pemerintah dan universitas dalam memenuhi hak penyandang disabilitas untuk mendapat pendidikan yang aksesibel. Survei ini juga dilakukan untuk mengetahui pengalaman mahasiswa difabel dalam menjalani proses belajar akibat perkuliahan online yang terjadi di masa pandemi COVID-19.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight:400\">Pertanyaan-pertanyaan di dalam survei ini disusun berdasarkan Undang-Undang Disabilitas Nomor 8\/2016 yang mengatur perlindungan terhadap penyandang disabilitas dari bencana, <\/span><span style=\"font-weight:400\">Permenristekdikti<\/span><span style=\"font-weight:400\"> Nomor 46\/2017 tentang <\/span><span style=\"font-weight:400\">Pendidikan<\/span><span style=\"font-weight:400\"> Khusus dan <\/span><span style=\"font-weight:400\">Pendidikan<\/span><span style=\"font-weight:400\"> Layanan Khusus di Perguruan Tinggi<\/span><span style=\"font-weight:400\">, dan Peraturan Pemerintah Nomor 13\/2020 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas. Tiga landasan hukum ini menjadi dasar dilakukannya survei ini untuk melihat sejauh mana pemerintah dan lembaga pendidikan tinggi telah memberikan jaminan aksesibilitas terhadap peserta didik dan perlindungan di masa bencana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight:400\">Pertanyaan-pertanyaan di dalam survei ini diajukan untuk melihat:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Bagaimana pemerintah (nasional dan provinsi) serta universitas memberikan jaminan aksesibilitas dan akomodasi yang layak terhadap mahasiswa difabel.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Pengaruh dari perkuliahan online terhadap proses belajar mahasiswa difabel.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Bagaimana dukungan dan perlindungan yang diberikan pemerintah, universitas dan lingkungan lainnya terhadap kehidupan mahasiswa difabel dalam kondisi bencana.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight:400\">Temuan dari studi ini akan berguna untuk:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Memberikan rekomendasi kepada pemerintah dalam mengimplementasikan Undang-Undang Disabilitas dan Peraturan Pemerintah tentang Akomodasi yang Layak bagi Peserta Didik.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Memberi rekomendasi kepada pemerintah dan universitas dalam membangun sistem pendidikan yang aksesibel, memberikan akomodasi yang layak baik di dalam atau di luar kondisi darurat bencana.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Memberikan rekomendasi kepada universitas dan civitas akademika dalam merancang perkuliahan, sistem penilaian, dan kelulusan dalam kerangka sistem pendidikan yang inklusif di masa depan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight:400\"><span style=\"font-weight:400\">Menjadi bagian dari dokumentasi atau hasil penelitian yang dapat dijadikan informasi penting bagaimana pandemi COVID-19 berdampak terhadap penyandang disabilitas.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight:400\">Informasi yang teman-teman berikan akan dianalisa oleh peneliti di La Trobe University and Brawijaya University.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight:400\">Mengingat pentingnya informasi ini, maka jika Anda saat ini adalah mahasiswa penyandang disabilitas di Perguruan Tinggi, Anda dapat berpartisipasi dengan\u00a0 meluangkan waktu paling sedikit 30 menit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight:400\"><a href=\"https:\/\/bit.ly\/SurveiAIDRANCOVID19\">Klik tautan ini untuk berpartisipasi dalam penelitian ini.<\/a><\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Australia-Indonesia Disability Research and Advocacy Network (AIDRAN), Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya, dan La Trobe University melakukan penelitian terkait aksesibilitas dan akomodasi yang layak bagi mahasiswa difabel selama masa pandemi COVID-19.<\/p>","protected":false},"author":91668456,"featured_media":1169,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_coblocks_attr":"","_coblocks_dimensions":"","_coblocks_responsive_height":"","_coblocks_accordion_ie_support":"","_crdt_document":"","advanced_seo_description":"","jetpack_seo_html_title":"","jetpack_seo_noindex":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"_wpas_customize_per_network":false,"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[651],"tags":[721918520],"class_list":["post-1164","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-covid-19"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":6}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/aidran.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/medsos-psld-ub-17.jpg?fit=2040%2C834&ssl=1","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pa192v-iM","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1164","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/91668456"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1164"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1164\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5286,"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1164\/revisions\/5286"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1164"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1164"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aidran.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}