Klik link ini untuk memberikan usulan, masukan, pertanyaan, atau komentar terkait ketentuan untuk membuat konten sosial media semakin inklusif!

Anda juga dapat menjadi kontributor tetap pada konten ini dan mengikuti terus diskusi, perubahan isi, dan ketentuan-ketentuan lainnya terkait konten media sosial inklusif.

Ketentuan partisipasi:

  1. Anda akan diarahkan pada Google Document melalui link tersebut;
  2. Dalam dokumen rancangan panduan konten media sosial inklusif ini, anda dapat menjadi editor atau komentator pada konten panduan;
  3. Dengan request untuk edit, admin akan memberikan anda akses dan anda dapat menjadi editor postingan ini sebagai partisipan.

Mari berpartisipasi!

Selayang pandang

Beberapa platform media sosial melakukan pembaruan yang ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas konten. Pada 15 September 2020 lalu, Instagram mengumumkan penambahan fitur auto-generated caption di video yang diupload di Instagram. Ini menyusul Facebook Live automatic captioning pada 2017 lalu. Hal yang sama dilakukan oleh Twitter, LinkedIn, dan platform media sosial lainnya.

Penambahan fitur aksesibilitas konten di beberapa platform tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan daya jangkau penyandang disabilitas terhadap informasi yang beredar. Keterbacaan setiap bagian platform melalui pembaca layar (screen reader), ketiadaan fitur penambahan caption, hingga keterbacaan secara visual (ukuran font pada gambar) masih sering menjadi kendala umum.

Selain hambatan teknis pada platform, banyak pula hambatan yang tidak disadari oleh konten kreator. Hal ini tentunya memiliki latar belakang dan sebab yang beragam pula, seperti disability awareness yang minim atau kurangnya pemahaman pembuat konten terhadap fungsi fitur aksesibilitas yang sudah tersedia.

Hambatan penyandang disabilitas dalam mengakses media sosial

  1. Ketidaktersediaan caption pada video;
  2. Ketidaktersediaan teks alternatif pada gambar;
  3. Kontras warna rendah pada gambar yang memuat informasi;
  4. Ukuran font tidak proporsional pada gambar yang memuat informasi
  5. Dsb.

Jenis postingan

Teks

  1. Teks berupa kalimat yang mudah dipahami;
  2. Tidak menggunakan teks yang disesuaikan melalui decoder;
  3. Jika menyertakan emoticon, harap gunakan secukupnya tanpa berulang;
  4. Pastikan teks atau kalimat panjang dibagi menjadi paragraf yang jelas.

Gambar

  1. Gambar disertai teks alternatif yang kontekstual;
  2. Jika gambar memuat tulisan di atasnya, pastikan kontras teks dan gambar cukup terlihat;
  3. Menggunakan font yang mudah dibaca, semisal font yang termasuk dalam keluarga Sans-Serif (lihat contoh jenis font Sans-Serif family di link ini);

Infografis

  1. Infografis disertai teks alternatif yang kontekstual;
  2. Ukuran font harus memenuhi syarat keterbacaan (tidak terlalu kecil);
  3. Perhatikan kontras antara warna tulisan dan background;
  4. Menggunakan font yang mudah dibaca, semisal font yang termasuk dalam keluarga Sans-Serif (lihat contoh jenis font Sans-Serif family di link ini);

Video

  1. Disertai caption/subtitle;
  2. Suara video jelas terdengar.

Audio

  1. Menyertakan transkrip.

Bagaimana cara membuat media sosial kita aksesibel bagi penyandang disabilitas?

Facebook

Instagram

Twitter

YouTube

Tambahkan media sosial lain

Partisipan

  1. Tommy Hari Firmanda
  2. Mahalli

Beraktivitas di Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PSLD UB) dan Australia-Indonesia Disability Research and Advocacy Network (AIDRAN).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: