Tunanetra di Indonesia diperkirakan berjumlah sekitar 1,5% dari total jumlah penduduk, atau sekitar 4 juta orang. Hanya 1% dari total penyandang disabilitas yang bekerja di sektor formal. Mayoritas tunanetra bekerja di sektor informal seperti tukang pijat, pedagang, musisi, dan guru. Jumlah penyandang tunanetra yang dapat mengakses pendidikan tinggi diperkirakan berada di bawah 500 orang.

Kendala-kendala yang tunanetra hadapi di Indonesia adalah:

  1. Banyak kampus di Indonesia yang belum mengadopsi Peraturan Mennristekdikti Nomor 46 Tahun 2017 tentang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus di Perguruan Tinggi;
  2. Minim inisiatif dari pemangku kebijakan kampus untuk menyediakan layanan inklusif di perguruan tinggi dan hanya mempertimbangkan jumlah pengguna layanan daripada keberadaan mereka untuk diberi kesempatan yang sama.

Saat pandemi Covid-19, pendidikan inklusif dan penyandang disabilitas pun terdampak. Tunanetra merupakan kelompok penyandang disabilitas yang terhalang kesempatannya untuk mengakses informasi dan bahan belajar yang inklusif.

They need their access to higher education! We need to provide opportunity and support system! Make blind and visually impaired count!

Selamat Hari Penglihatan Sedunia 2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: